Selasa, 10 Maret 2015

budidaya rumput laut karja

Rumput LautSelain sektor pariwisata, Karimunjawa mempunyai potensi pengembangan potensi Rumput Laut jenis Eucheum
a Cottonii . Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah telah melakukan pengembangan Rumput Laut Hasil Kulltur Jaringan dengan harapan mampu memperbaiki Rumput Laut (RL) lokal Strain Phillipine yang dikembangkan sejak Tahun 2007. Disamping thallus besar dan laju pertumbuhannya bagus, RL Strain Phillipine mempunyai kelemahan yaitu tidak tahan terhadap penyakit seperti bulu-bulu dan ice-ice, yang mana banyak merugikan para pembudidaya. Peluang pengembangan RL di karimunjawa sangat terbuka, dilihat potensi sumberdaya alam perairan Karimunjawa yang dimiliki sangat mendukung dalam pengembangan kegiatan tersebut.
Kebun bibit merupakan kegiatan yang paling hulu dalam program pengembangan budidaya rumput laut. Kebun bibit ini bisa dilakukan sebagai diversifikasi varietas rumput laut salah satunya adalah pengembangan Rumput Laut Hasil Kultur Jaringan. Kebun bibit ini merupakan kegiatan yang fokus dalam penyediaan bibit RL, dimana bibit yang dihasilkan adalah bibit RL unggul yang didapat dari seleksi alami.
Pada Tahun 2013, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah telah mengembangkan Rumbut Laut dari Hasil Kultur Jaringan yang bekerjasama dengan Balai Besar Pengembangan Budidaya Laut (BBPBL) Lampung. Kelompok “USAHA BERSAMA” adalah salah satu kelompok budidaya RL yang mendapat dukungan dalam pengelolaan kebun RL Tahun 2013. Untuk mendapatkan progress dari kegiatan tersebut, pada tanggal 21 s/d 24 April 2014 dilakukan kegiatan monitoring di lokasi budidaya, dimana RLHKJ yang dibudidayakan di perairan Karimunjawa didapatkan hasil yang sangat fantastis dibandingkan budidaya RLHKJ di perairan lain, hasil monitoring didapatkan bahwa RLHKJ Thallus besar sama dengan lokal, percabangan banyak, tunas panjang-panjang, cepat tumbuh 1 ; 12/13 kali dalam waktu 25 hari, tahan terhadap ice-ice, dan tahan bulu-bulu seperti pada gambar dibawah. Dilihat dari hasil tersebut, perairan karimunjawa sangat-sangat potensial sebagai salah daerah penghasil RL yang berkualitas di Indonesia. Berikut adalah contoh rumput laut yang dikembangkan di perairan budidaya yaitu Si "Orange" (warna oranye) dan Strain Phillipine (hijau).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar